Bikin Nostalgia! Ini 7 Jajanan Pasar atau Kue Tradisional Khas Palembang yang Enak dan Legendaris, Nomor 7 Mulai Langka?
Kue bluder ini merupakan serapan dari bolu atau kue dari negara Belanda yang sejenis dengan kue muffin. Kue bluder ini berbentuk bulat yang terbuat dari bahan-bahan seperti tepung gandum, susu, santan, gula dan umak roti (ragi). Tekstur kue padat dan rasanya pun memang ada rasa santan kelapa yang kuat. Lalu ada juga rasa manis tapi tidak bikin enek.
Kue Gandus juga menjadi salah satu jajanan khas Palembang yang terbuat dari campuran tepung beras, tepung sagu, garam, dan santan. Adonan kue dicampur dengan bumbu halus seperti bawang. Kue gandus memiliki tampilan yang unik dan biasanya disajikan dengan taburan topping khusus yang terbuat dari ebi sangrai, daun seledri. Lalu ada juga bawang goreng, irisan cabai, daging giling, dan abon ikan, memberikan rasa pedas yang nikmat. Kue gandus juga dikenal sebagai kue talam berbahan utama tepung beras, yang memiliki rasa enak dan harganya terjangkau, yakni hanya seharga Rp1.000 per kue.
3. Kue Srikaya
Kue yang satu ini berbeda dengan kue basah khas Palembang lainnya, karena kudapan yang satu ini dimasukkan ke dalam cup atau gelas kecil. Maka, untuk menikmatinya kamu harus menggunakan sendok. Tampilannya tampak seperti puding, tapi cara pembuatan dan bahan-bahannya tentu berbeda. Srikaya terbuat dari beberapa bahan sederhana seperti telur, gula, santan, dan daun pandan sebagai perasa dan pemberi warna. Kue srikaya dapat berdiri sendiri namun terkadang dikombinasikan dengan ketan yang telah dimasak lalu dituang srikaya di atasnya kemudian dikukus. Rasanya manis pekat dan harum semakin enak dengan kombinasi ketan.
Nama kojo di Palembang memiliki arti Kemojo atau kamboja. Hal ini karena bentuk kue kojo Palembang mirip dengan bunga kamboja, sehingga masyarakat setempat menyebutkan bolu satu ini dengan nama bolu kojo. Kue lapis kojo sendiri terbuat dari bahan telur bebek yang membuat rasanya gurih, gula pasir, santan kelapa, tepung terigu, susu kental manis, mentega, dan daun pandan sebagai pewarna hijau alami. Ketika dipotong, kamu akan menemukan beberapa garis pembatas hitam sisa panggangan yang tengah-tengah kue lapis kojo.
6. Manan Sahmin
Kue basah yang berikut ini mendapatkan pengaruh cukup besar dari buadaya Arab. Sejak zaman Kesultanan Palembang Darusalam, kue ini sudah hadir. Meskipun sejak awal Manan Sahmin hanya dapat dinikmati oleh bangsawan kerajaan saja. Manan Sahmin berbeda dari kudapan kue basah sebelum-sebelumnya karena bahan dasarnya ialah ubi jalar kuning yang direbus kemudian dihaluskan. Adonan ubi dipadukan dengan telur, santan, gula pasir, terigu, dan margarin cair. Manan sahmin lebih cair dibanding kue basah yang telah disebutkan sebelunya namun tidak kalah lembut dan manis. Manan sahmin juga biasanya ditaburi kismis di atasnya untuk menambah cita rasa.
7. Gulo Puan
Kudapan khas Palembang yang terakhir ini cukup unik. Terbuat dari gula dan susu. Pada zaman dahulu, hanya kaum bangsawan saja yang bisa menikmati kue ini. Susu yang digunakan pun tak sembarangan, tapi menggunakan susu kerbau rawa yang kemudian mencampurkannya dengan gula dan dimasak hingga kental dan kalis seperti karamel kering. Namun sayangnya, gulo puan sudah jarang ada di pasaran.









Komentar
Posting Komentar